Iklan Bidvertiser

warofclicks

gubuk kenari tulungagung

Kamis, 04 Desember 2014

Hasil Panen Breeding Kenari Bulan November 2014

Tanggal 22 dan 25 November 2014 adalah berkah dari Allah SWT, yang mana 4 indukan menetaskan telurnya hampir bersamaan. Jumlah telur yang ditetaskan sebanyak 11 butir dari 4 indukan (Masha=merlok, Melinda & Marcelina=sunkis dan Prixie=putih). Masha = 3 ekor, Prixie = 3 ekor, Melinda = 3 ekor dan Marcelina = 2 ekor. Dibawah ini saya share foto - foto mereka tapi sayang ada sebagian induknya tak mengijinkan saya untuk mengabadikannya.

 anakan Mel/5/2014
 anakan Mar/5/2014
 anakan Prix/5/2014
 anakan Mash/1/2014
Prixie (indukan warna putih saat perawan)

Rabu, 03 Desember 2014

Menjaga suhu tubuh kenari agar tetap hangat di musim hujan


Musim hujan tentu saja bisa mempengaruhi kondisi burung kenari. Meski burung termasuk hewan berdarah panas, atau memiliki mekanisme pengaturan suhu tubuh, pada suhu tertentu seperti musim hujan kemampuannya itu tak bisa sepenuhnya membantu. Karena itu, diperlukan perawatan secara tepat untuk menjaga suhu tubuh kenari agar tetap hangat di musim hujan.
Menjaga kondisi dan suhu tubuh kenari di musim hujan agar burung tak mudah sakit.

Di luar musim hujan, kenari sudah terbiasa terkena panas. Hal tersebut mampu memberi tambahan energi sehingga tetap aktif dan rajin berkicau. Namun memasuki musim hujan seperti sekarang, biasanya muncul masalah di mana burung menghabiskan banyak kalori untuk menjaga suhu tubuhnya agar tetap hangat.

Apabila konsumsi pakan kurang memadai, burung akan mengalami penurunan bobot badan dan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, kenari mudah sakit sakit dan selalu mengembangkan bulu-bulu tubuhnya.
Berikut ini beberapa tips menjaga suhu tubuh kenari agar tetap hangat pada musim hujan:

1. Hindari kenari dari terpaan angin kencang

Terpaan angin kencang, apalagi secara langsung, bisa membuat kondisi kenari mudah ngedrop. Dianjurkan segera memindahkan sangkar kenari ke tempat yang aman atau dimasukkan ke dalam ruangan.
Opsi pengerodongan tanpa memindah sangkarnya saat angin berembus kencang hanya akan membuat sangkarnya mudah bergoyang-goyang akibat terpaan angin. Risikonya malah lebih besar, yaitu sangkar mudah terjatuh.

2. Lengkapi sangkar dengan lampu penghangat

Apabila kenari tidak bisa dijemur selama beberapa hari, akibat sinar matahari selalu tertutup awan mendung, maka sangkar bisa dilengkapi dengan lampu penghangat, baik menggunakan lampu biasa maupun lampu full spektrum.
Sangkar dengan lampu penghangat dapat  menjaga kondisi tubuh kenari agar tetap hangat. Kalau upaya ini tak bisa dijalankan, alternatif lainnya adalah menempatkan sangkar burung dalam ruangan yang cukup hangat.

3. Gunakan tenggeran hangat (heated perch)

Mencari tenggeran hangat (heated perch) di Indonesia memang tidak mudah, namun Anda bisa memesannya dari beberapa situs jual-beli di luar negeri. Tenggeran hangat ini dilengkapi dengan pemanas, sehingga cocok digunakan pada musim hujan, atau musim dingin di negara empat musim.
heating perch
Heated perch / tenggeran hangat cocok digunakan pada musim hujan.

4. Berikan makanan berkalori tinggi

Beberapa jenis pakan berkalori tinggi sangat membantu kenari untuk menjaga suhu tubuhnya agar tetap hangat. Pakan yang dimaksud antara lain:
  • Biji bunga matahari / kuaci hitam
  • Kacang-kacangan
  • Nyjer seed (Anda bisa menambahkan lebih banyak nyjer seed dalam pakan bijiannya
Adapun pakan alternatif yang bisa diberikan untuk menjaga tubuh kenari agar tetap hangat adalah roti putih dan oatmeal.
Roti putih bisa diberikan untuk kenari selama musim penghujan
Roti putih merupakan pakan alternatif untuk kenari selama musim hujan.
  • Roti putih /roti tawar yang berwarna putih merupakan roti lembut yang terbuat dari tepung gandum. Kadar kalorinya cukup tinggi, sehingga bisa mencegah potensi penurunan bobot badan selama musim hujan. Roti putih bisa diberikan setiap pagi dengan cara digantung dalam sangkar, atau bisa juga disajikan dalam bentuk eggfood.
  • Oatmeal adalah jenis pakan olahan berbahan gandum dengan serat tinggi. Pemberian oatmeal untuk kenari selama musim hujan bisa meningkatkan kekebalan tubuhnya, sehingga tidak mudah sakit / ngedrop. Oatmeal diberikan dalam bentuk mentah, ditempatkan dalam cepuk makan terpisah, dan diberikan pada siang hingga sore hari.
Itulah beberapa tips bagaimana menjaga suhu tubuh kenari agar tetap hangat di musim hujan, sehingga burung tetap aktif, tidak mudah ngedrop, dan terjaga kondisinya.

Semoga bermanfaat.

salam tirtirtirtir

Sabtu, 29 November 2014

Solusi Telur Berlebih pada Burung Kenari

Salam hangat jabat erat dan sukses selalu wahai sahabat,


Suatu ketika, apabila induk betina burung kenari kita bertelur sedikit (1 sampai 2 butir saja) tentu hati kita akan senang walau sedikit merasa kecewa karena jumlah telur yang cuma sedikit.Namun apabila induk betina bertelur cukup banyak  (3 sampai 5 butir) pasti kita akan merasa gembira ,bahagia dan mungkin tertawa…ha ha ha (seperti saya).
Dapatkah sahabat bayangkan apabila sang induk betina tadi harus mengerami telur sebanyak itu? Apakah tidak terlalu repot...kasihan kan? Belum lagi nanti kalau alhamdulillah 5 butir telur tadi menetas semua (jarang menetas semua) semakin tambah repotlah sang induk betina merawat dan membesarkan anak-anaknya. Ya kalau kita bisa membantu ikut meloloh dengan tangan kita sendiri, kalau tidak....?
Maka kita perlu satu solusi bagaimana dengan telur burung kenari yang berlebih tersebut.

Nah, agar si induk betina tidak terlalu payah mengerami telur-telurnya lebih baik kita ambil langkah menerawang satu persatu telur burung kenariya setelah dierami selama 7 - 8 hari lalu hanya telur yang ada kepastian berisi sajalah yang dieramkan (lihat postingan : Cara Mendeteksi Telur Burung Kenari Isi atau Kosong). Hal ini akan lebih efektif dan efisien dalam proses pengeraman karena telur yang kosong akan dibuang (daripada membuat sesak dan mubadzir).

Lalu jika kebetulan kelima telur kenari tersebut setelah diterawang ternyata isi semua, apakah harus dieramkan semua?Jangan-jangan malah ada yang nggak menetas.
Tentu saja dieramkan semua sahabat, kalau tidak dieramkan semua lha memangnya sisanya mau dibuat martabak? he he....bercanda.
Telur burung kenari yang berlebih dapat kita ambil 1 atau 2 butir lalu kita titipkan pada induk betina lain yang juga sedang mengerami telur yang kebetulan telurnya cuma 1 atau 2 butir. Nha, akhirnya kedua induk betina akan mengerami jumlah telur yang seimbang.masing-masing 3 - 4 butir saja kan.
Itu akan lebih baik daripada ada yang kebanyakan telur dan ada yang terlalu sedikit telur yang dierami.

Semoga bermanfaat ya,


sumber: http://wyw1d.blogspot.com

Penyebab dan pencegahan kegagalan dalam penetasan/pengeraman telur burung


Setiap penangkar burung, baik kicauan, burung hias, merpati, maupun burung kelangenan seperti perkutut dan derkuku, pasti menginginkan produktivitas indukan meningkat dari waktu ke waktu hingga tercapai batas optimal. Faktanya, tidak mudah mencapai sasaran tersebut, terutama akibat jumlah telur sedikit, telur infertil, embrio mati sebelum telur menetas, dan piyik mati beberapa jam atau beberapa hari setelah menetas. Yuk, kita kupas-tuntas semua persoalan ini, agar produktivitas indukan Anda bisa optimal.
Jika dipetakan, ada dua penyebab mengapa telur tidak menetas, yaitu:
  • Telur infertil (gabuk, kosong, tidak subur).
  • Telur fertil, tetapi embrio mati di dalam telur sebelum menetas.
Di sini akan dibahas dulu mengenai telur infertil, karena sering dialami para penangkar, khususnya penangkar pemula. Setelah pembahasan mengenai telur infertil, kita langsung masuk ke pembahasan mengenai faktor penyebab telur tidak menetas, meski yang ditetaskan sebenarnya merupakan telur fertil.

Mengapa telur burung bisa infertil?

Telur infertil adalah telur yang sama sekali tidak mengandung sel benih. Dalam bahasa perunggasan, sel benih disebut juga sebagai discus germinalis, yang menempel di permukaan kulit telur (yolk). Sel benih inilah yang nantinya, ketika dierami induk atau ditetaskan dalam mesin tetas, berkembang menjadi embrio, dan pada hari terakhir penetasan memiliki wujud seperti piyik.
anatomi-telur
Karena telur infertil tidak mengandung sel benih, maka ketika dierami atau ditetaskan tidak akan pernah menetas. Apabila dipecah, telur infertil yang sudah dierami ini tidak berbau busuk, karena memang tidak ada embrio piyik di dalamnya.
telur fertil-dan-infertil
Banyak penangkar burung yang kecewa, karena setelah menunggu induk betina mengerami telur selama berhari-hari, telur tidak juga menetas. Mereka tidak tahu jika telur yang dierami sebenarnya infertil. Jika sebelumnya sudah tahu, tentu tidak usah repot-repot dierami, agar induk bisa kembali bertelur dan berharap semua telurnya fertil.
Karena itu, penting sekali bagi penangkar dan calon penangkar untuk mengetahui mengenai telur infertil, bagaimana melakukan peneropongan (candling) telur sejak dini, bagaimana mencegah agar telur tidak infertil, dan sebagainya. Silakan masuk ke sini untuk mengetahui cara meneropong telur, serta membedakan antara telur infertil dan telur fertil.
Peneropongan telur (egg candling)
Peneropongan telur (egg candling)
Berikut ini lima faktor penyebab mengapa telur yang dihasilkan induk betina tidak subur atau infertil :
  1. Induk burung mengalami masalah nutrisi
  2. Induk burung mengalami masalah fisik
  3. Induk burung mengalami masalah sosial
  4. Induk burung mengalami masalah lingkungan
  5. Masalah genetik dari induk burung
(silakan klik link di atas untuk mengetahui penjelasan lebih lengkap).

Mengapa telur tidak menetas?

Telur fertil memiliki harapan besar untuk menetas. Begitu dierami induknya, atau ditetaskan melalui mesin tetas, sel benih atau discus germinalis akan mengalami perkembangan pesat menjadi embrio muda.
Jika terus bertahan, embrio ini secara bertahap akan berkembang, mulai dari pembentukan pembuluh darah, pembentukan organ dalam seperti jantung, hati, dan ginjal, pembentukan paruh, tungkai sayap, kaki, dan seterusnya.
Kalau masih bertahan juga, maka 1-2 hari sebelum menetas, embrio ini sudah memiliki organ tubuh, sistem peredaran darah, saluran pencernaan, dan saluran pernafasan yang lengkap. Wujudnya pun hampir mirip dengan piyik ketika menetas.
Embrio (bakal piyik) di dalam telur mulai hari kelima penetasan hingga menjelang menetas.
Perkembangan embrio di dalam telur mulai hari ke-5 penetasan hingga menjelang menetas.
Tetapi, karena berbagai sebab, tidak semua telur fertil menetas. Apabila dipetakan, kegagalan dalam penetasan telur burung bisa disebabkan dua faktor, yaitu telur yang ditetaskan memang infertil, atau telur fertil yang embrionya mati sebelum menetas.
Mengenai telur infertil sudah dijelaskan panjang lebar di bagian atas, sehingga pembahasan kali ini hanya mengenai telur yang tidak menetas akibat kematian embrio di dalam telur.
Kematian embrio di dalam telur umumnya terjadi dalam periode awal penetasan dan periode akhir penetasan, dengan rincian sebagai berikut :

1. Periode awal penetasan
  • Periode ini mencakup 3 hari pertama sejak telur dierami atau ditetaskan.
  • Pada periode ini diperlukan konsistensi suhu pengeraman, agar sel benih (discus germinalis) bisa berkembang menjadi embrio.
2. Periode akhir penetasan
  • Periode ini mencakup 3 hari terakhir sebelum piyik menetas.
  • Periode ini juga membutuhkan kestabilan suhu pengeraman / penetasan.
Di luar kedua periode tersebut, embrio juga bisa mengalami kematian pada separo masa penetasan atau pengeraman. Detailnya nanti akan dijelaskan pada beberapa sebab telur tidak menetas akibat kematian embrio di dalam telur.
Embrio mati di dalam telur.(foto: avianweb.com)
Embrio mati di dalam telur.
(foto: avianweb.com)
Sebagaimana telur infertil, kondisi embrio di dalam telur pun bisa dilihat melalui peneropongan telur (candling). Silakan periksa lagi Cara mengintip telur.
Om Kicau sangat menganjurkan candling, baik untuk telur infertil maupun telur yang embrionya mati di dalam telur. Jika sejak awal sudah mengetahui telur infertil, Anda bisa segera mengambilnya, dan bisa digoreng (tetap nikmat lho..). Hal ini berlaku untuk penetasan alami maupun menggunakan mesin tetas.
Lebih penting lagi untuk mengeluarkan telur yang embrionya mati di dalam telur. Sebab cairan di dalam telur ini membusuk, menghasilkan gas ammonia, yang kalau terlalu berlebihan tidak baik untuk perkembangan embrio-embrio lain yang masih hidup. Hal ini juga berlaku untuk penetasan alami maupun menggunakan mesin tetas.

Beberapa penyebab utama kematian embrio

1. Embrio kekurangan nutrisi

Induk burung, terutama burung betina, bisa saja mengalami kekurangan nutrisi pada salah satu atau beberapa jenis nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak, serat kasar, vitamin, dan mineral. Tetapi malnutrisi yang paling berpengaruh terhadap penetasan telur justru vitamin dan mineral.
Hampir semua defisiensi vitamin berpotensi menyebabkan kegagalan penetasan. Sedangkan jenis mineral yang cukup berpengaruh terhadap penetasan telur adalah mangaan (Mn), seng (Zn), yodium (I), dan zat besi (Fe).
Untuk mengetahui detail dampak kekurangan vitamin terhadap perkembangan embrio dalam telur, silakan klik di sini.

2. Induk betina sering meninggalkan sarang

Sebelumnya sudah dijelaskan, bahwa periode awal dan periode akhir penetasan / pengeraman telur membutuhkan konsistensi suhu dan pengeraman. Apabila menggunakan mesin tetas, apalagi mesin tetas otomatis, hal ini mungkin tak menjadi masalah.
Tetapi pada penetasan alami, atau telur dierami induknya, ada beberapa problem yang kerap terjadi, sehingga telur tidak mendapat suhu yang stabil pada kedua periode kritis tersebut. Problem yang sering muncul adalah induk betina sering meninggalkan telur, sehingga kemungkinan menetas makin kecil.
Penyebab utama induk betina sering meninggalkan sarang adalah karena banyak kutu / tungau yang menempel pada bahan sarang, bahkan pada bulu-bulu dan permukaan kulit induk betina. Terkadang induk tak sekadar meninggalkan sarang.
Dalam kondisi kutu sudah sangat banyak, induk betina biasanya akan stres dan merusak sarang serta telur-telur di dalamnya. Tidak mengherankan apabila sejumlah penangkar sering mengeluh mengapa induk betina membuang telurnya, atau bahkan mematuki telurnya sendiri hingga pecah.
Untuk mengetahui hal ini, Anda dapat memeriksa kondisi sarang ketika induk betina keluar sebentar untuk makan atau minum. Jangan sekali-sekali memeriksa sarang saat induk betina masih berada di dalamnya, karena hal ini juga akan membuatnya stres dan berdampak sama buruknya.
Jika benar sarang penuh kutu, maka taburkan serbuk FreshAves di bagian bawah sarang. Hal ini juga harus dilakukan ketika induk betina sedang keluar sarang.
Selain itu, larutkan 5 gram serbuk FreshAves ke dalam 1 liter air, diaduk hingga merata, lalu dimasukkan ke dalam sprayer. Semprot seluruh bagian kandang agar kutu, tungau, semut, nyamuk, dan parasit mati.
Air bekas semprotan yang sudah mengering ini juga akan membuat semua hewan kecil itu tidak berani memasuki kandang. Usahakan hal ini dilakukan rutin seminggu sekali, bahkan ketika induk sedang tidak berproduksi.

3. Induk betina terganggu induk jantan

Meski frekuensinya tidak terlalu sering, kasus ini beberapa kali dialami sebagian penangkar, terutama penangkar kacer, murai batu, trucukan, dan beberapa jenis burung lainnya. Dalam hal ini, induk betina yang sedang mengerami telurnya, justru dirayu-rayu pasangannya untuk diajak kawin.
Kasus ini biasanya disebabkan induk jantan mengalami over birahi (OB). Penyebabnya adalah porsi extra fooding (EF) terlalu berlebihan. Induk betina yang terus diganggu menjadi stres, dan akan meninggalkan sarang, membuang telur, atau bahkan memecahkan telur-telur yang sedang dierami. Dampaknya mirip dengan induk betina yang meninggalkan sarang akibat banyak kutu / tungau, namun solusinya berbeda.
Dalam kasus ini, solusi yang bisa dilakukan adalah memasukkan induk jantan ke dalam sangkar, namun sangkar tetap ada di kandang penangkaran. Pada saat bersamaan, porsi EF dikurangi dari biasanya. Induk jantan baru dikeluarkan dari sangkar jika piyik sudah dipisah dari induk betina.

4. Kesalahan dalam mengoperasikan mesin tetas

Mesin tetas memang memudahkan penangkar dalam menetaskan telur-telur indukan burung yang ditangkarkan. Selain bisa menampung telur dalam jumlah banyak, semua telur juga bisa menetas dalam waktu bersamaan.
Tetapi kesalahan dalam mengoperasikan mesin tetas dapat berakibat fatal, misalnya seluruh telur gagal menetas. Jarang sekali kekeliruan dalam mengoperasikan mesin tetas hanya akan mengakibatkan sebagian telur menetas dan sebagian lagi tidak menetas.
Hal terpenting yang perlu diperhatikan dalam penggunaan mesin tetas antara lain :
  • Suhu penetasan
  • Kelembaban penetasan
  • Kadar oksigen dalam mesin tetas
  • Frekuensi pemutaran telur
Apabila Anda membeli mesin tetas, usahakan ada manual book atau panduan mengenai cara penggunaannya. Kalau Anda membuat sendiri, silakan cari dan baca referensi mengenai cara penggunaannya. Om Kicau pernah menurunkan artikel mengenai hal ini, silakan cek di sini. Di beberapa bagian ada masalah pengaturan suhu dan kelembaban.

5. Telur terinfeksi bakteri atau virus
Ada beberapa hal yang membuat telur terinfeksi bakteri atau virus, antara lain:
  • Telur terkontaminasi virus atau bakteri dari tangan orang yang memegangnya. Hal ini bisa terjadi ketika Anda melakukan peneropongan telur (pasti memegang telur bukan?). Bisa juga ketika Anda melakukan pemutaran telur dengan tangan (jika Anda menggunakan mesin tetas non-otomatis). Karena itu, sebelum memegang telur, tangan dicuci dengan sabun antiseptik, atau menggunakan desinfektan yang bisa dibeli di apotek dan toko kimia .
  • Mesin tetas jarang disucihamakan setelah digunakan. Banyak penangkar yang begitu senang melihat telur-telurnya menetas, tapi lupa membersihkan mesin tetas. Karena itu, biasakan setelah telur menetas, bagian dalam mesin tetas disemprot dengan cairan desinfektan.
  • Kandang terkontaminasi bakteri atau virus yang dibawa vektor tertentu yang masuk ke dalam kandang. Misalnya semut, nyamuk, kutu, tungau, dan parasit lainnya. Untuk mencegah hal ini, kebersihan kandang harus selalu dijaga. Biasakan kandang selalu dalam keadaan kering. Sucihamakan kandang menggunakan FreshAves setiap minggu, agar kandang terbebas dari semua vektor pembawa bakteri dan virus.
6. Banyak getaran di lokasi sarang
  • Hal ini sering dialami para penangkar yang membangun kandang dekat rel kereta api, pabrik yang peralatannya menimbulkan getaran, dan sebagainya. Jika rumah Anda di dekat rel, namun getaran roda kereta api tidak sampai ke rumah / kandang (biasanya sekitar 100 meter), ini tidak masalah (soalnya dulu pernah ada yang bertanya seperti ini).
  • Bergetar atau tidak sebenarnya bisa dideteksi dari kaca jendela. Kalau kaca terdengar agak gemerutuk, baik karena kereta api atau mesin pabrik, berarti lokasi kandang tak cukup nyaman untuk penangkaran burung.
  • Getaran yang terlalu sering bisa membunuh embrio yang sedang tumbuh. Kalau pun selamat sampai menetas, seringkali anaknya mengalami kelumpuhan.
7. Embrio mengalami kesulitan di saat terakhir

Beberapa saat sebelum menetas, embrio di dalam telur terkadang mengalami kesulitan dalam mengatur posisinya agar tetap bisa bernafas dan menyerap makanan dari yolk sac (kantung kuning telur). Salah satu penyebabnya adalah ketidakstabilan kelembaban dalam ruang mesin tetas, atau bahkan dalam penetasan alami.
Jadi, sekali lagi, masalah suhu dan kelembaban mesin tetas harus selalu diperhatikan. Khusus untuk induk betina yang mengerami telurnya, selalu diperhatikan apakah sering meninggalkan sarang atau tidak.
Jika induk meninggalkan sarang untuk makan dan minum, itu tidak masalah, karena biasanya akan segera kembali ke sarang. Tetapi kalau berjam-jam meninggalkan sarang, apalagi sering mengusap-usap bulu dengan paruhnya, itu pertanda banyak kutu dan tungau pada sarang dan tubuhnya (ingat terapi FreshAves !).

8. Induk betina mengalami hypercalcaemia

Kalsium merupakan mineral penting untuk pembentukan kerabang telur. Kalau kadar kalsium dalam pakan indukan terlalu rendah, kerabang telur biasanya terlalu tipis dan mudah pecah.
Tetapi, kondisi berlebihan juga tidak baik. Kalau induk betina mendapat asupan pakan dengan kadar kalsium terlalu tinggi, dan hal ini berlangsung lama, potensi mengalami hypercalcaemia sangat besar.
Hypercalacemia adalah kondisi di mana kadar kalsium dalam tubuh sangat tinggi. Gejala yang muncul adalah telur-telur yang dihasilkan memiliki kerabang yang sangat keras. Dampaknya, menjelang menetas, embrio tidak mampu memecah kerabang telur yang terlalu keras tersebut. Jika tidak dibantu dengan tangan manusia, embrio pasti akan mati sebelum menetas.
Semoga artikel ini bisa menambah wawasan bagi calon penangkar maupun penangkar pemula. Om Kicau selalu mendorong upaya penangkaran burung, baik untuk tujuan komersial maupun non-komersial, demi mengurangi angka perburuan terhadap burung di alam liar.

Nah, demikian penjelasan yang bisa saya sampaikan dan terima kasih pada omkicau.com atas berbagai tipsnya.

sumber artikel: omkicau.com

Mendeteksi Telor Kenari Isi atau Kosong

Sempat dibuat kebingungan beberapa saat sebelum saya menulis artikel ini. Ada temen yang curhat bagaimana caranya melihat apakah telur kenari tersebut isi atau kosong. Untung penulis pernah mengalami yang namanya melihat telur ayam isi atau tidak dengan metode meneropong dengan paparan sinar matahari.

Pada umumnya masa mengerami telur burung kenari adalah 2 minggu (14 hari) artinya setelah melewati masa 14 hari itulah satu persatu telur burung kenari akan menetas satu persatu. Setiap hari menetas satu butir sampai menetas semua. Jarang dalam satu hari menetas 2 atau 3 butir sekaligus. Jadi diperkirakan pada hari yang kesembilanbelas itulah semua telur sudah menetas semua. Apabila sampai 19 hari ada 1 atau 2 butir telur burung kenari masih ada yang belum menetas biasanya masih diberi masa toleransi 1-2 hari untuk memastikan apakah telur tersebut bakal menetas (isi) atau tidak menetas (kosong). Nah, jika kita mencari kepastian telur isi atau kosong harus menunggu sekian lamanya kan buang-buang waktu. Padahal sedini mungkin kita bisa mengetahui telur burung kenari ISI dan ada harapan bakal menetas ataukah KOSONG dan 100% tidak bakal menetas.

Kita bisa mengetahui sejak dini telur burung kenari isi atau kosong mulai hari ke 6 - 7 setelah telur dierami (kalau tidak dierami tidak bisa dilihat).
 
Caranya adalah : Dengan menerawangkan telur tersebut dengan menggunakan lampu senter dengan arah sinar menuju ke wajah/muka kita. Dengan hati-hati telur burung kenari kita pegang dengan jari jempol dan telunjuk  tangan kiri, lalu kita sorot menggunakan lampu senter dari arah belakang.

  • Jika setelah disinari lampu senter telur burung kenari nampak KERUH, MERAH, ADA BENANG/SERAT MERAH, GELAP  maka dipastikan telur burung kenari tersebut isi dan bisa dilanjutkan dieramkan induk burung kenari karena ada harapan nanti menetas (meski tidak 100%).


  • Jika setelah disinari lampu senter telur burung kenari nampak KERUH, MERAH, ADA BENANG/SERAT MERAH, GELAP  maka dipastikan telur burung kenari tersebut isi dan bisa dilanjutkan dieramkan induk burung kenari karena ada harapan nanti menetas (meski tidak 100%).
Maka, telur tersebut tidak bisa menetas karena tidak ada embrionya / benih / bungker (orang jawa bilang,red).


Alat teropong telur (candler egg) sebenarnya dijual di beberapa toko burung terkemuka. Namun, Anda bisa juga membuat sendiri alat itu dengan menggunakan bahan sederhana dan tak terpakai di rumah, misalnya kaleng bekas susu, pot bunga, dan sebagainya.
Gambar di bawah ini menunjukkan bahan-bahan yang digunakan, sistem perangkaian, dan bagaimana cara menggunakan alat teropong tersebut :
telur
Diameter lubang pada bagian atas pot / kaleng susu, serta kardus / karton yang dilubangi harus disesuaikan dengan ukuran telur. Yang pasti harus lebih kecil dari ukuran telur, agar telur tidak jatuh saat diletakkan untuk diteropong.