Sempat dibuat kebingungan beberapa saat sebelum saya menulis artikel ini. Ada temen yang curhat bagaimana caranya melihat apakah telur kenari tersebut isi atau kosong. Untung penulis pernah mengalami yang namanya melihat telur ayam isi atau tidak dengan metode meneropong dengan paparan sinar matahari.
Pada
umumnya masa mengerami telur burung kenari adalah 2 minggu (14 hari)
artinya setelah melewati masa 14 hari itulah satu persatu telur burung
kenari akan menetas satu persatu. Setiap hari menetas satu butir sampai
menetas semua. Jarang dalam satu hari menetas 2 atau 3 butir sekaligus.
Jadi
diperkirakan pada hari yang kesembilanbelas itulah semua telur sudah
menetas semua. Apabila sampai 19 hari ada 1 atau 2 butir telur burung
kenari masih ada yang belum menetas biasanya masih diberi masa toleransi
1-2 hari untuk memastikan apakah telur tersebut bakal menetas (isi)
atau tidak menetas (kosong).
Nah,
jika kita mencari kepastian telur isi atau kosong harus menunggu sekian
lamanya kan buang-buang waktu. Padahal sedini mungkin kita bisa
mengetahui telur burung kenari ISI dan ada harapan bakal menetas ataukah KOSONG dan 100% tidak bakal menetas.
Kita
bisa mengetahui sejak dini telur burung kenari isi atau kosong mulai
hari ke 6 - 7 setelah telur dierami (kalau tidak dierami tidak bisa
dilihat).
Caranya adalah :
Dengan
menerawangkan telur tersebut dengan menggunakan lampu senter dengan
arah sinar menuju ke wajah/muka kita. Dengan hati-hati telur burung
kenari kita pegang dengan jari jempol dan telunjuk tangan kiri, lalu
kita sorot menggunakan lampu senter dari arah belakang.
- Jika setelah disinari lampu senter telur burung kenari nampak KERUH, MERAH, ADA BENANG/SERAT MERAH, GELAP maka dipastikan telur burung kenari tersebut isi dan bisa dilanjutkan dieramkan induk burung kenari karena ada harapan nanti menetas (meski tidak 100%).
- Jika setelah disinari lampu senter telur burung kenari nampak KERUH, MERAH, ADA BENANG/SERAT MERAH, GELAP maka dipastikan telur burung kenari tersebut isi dan bisa dilanjutkan dieramkan induk burung kenari karena ada harapan nanti menetas (meski tidak 100%).
Maka, telur tersebut tidak bisa menetas karena tidak ada embrionya / benih / bungker (orang jawa bilang,red).
Alat teropong telur (candler egg) sebenarnya dijual di beberapa toko burung terkemuka. Namun, Anda bisa juga membuat sendiri alat itu dengan menggunakan bahan sederhana dan tak terpakai di rumah, misalnya kaleng bekas susu, pot bunga, dan sebagainya.
Gambar di bawah ini menunjukkan bahan-bahan yang digunakan, sistem perangkaian, dan bagaimana cara menggunakan alat teropong tersebut :




Tidak ada komentar:
Posting Komentar