Iklan Bidvertiser

Sabtu, 29 November 2014

Mendeteksi Telor Kenari Isi atau Kosong

Sempat dibuat kebingungan beberapa saat sebelum saya menulis artikel ini. Ada temen yang curhat bagaimana caranya melihat apakah telur kenari tersebut isi atau kosong. Untung penulis pernah mengalami yang namanya melihat telur ayam isi atau tidak dengan metode meneropong dengan paparan sinar matahari.

Pada umumnya masa mengerami telur burung kenari adalah 2 minggu (14 hari) artinya setelah melewati masa 14 hari itulah satu persatu telur burung kenari akan menetas satu persatu. Setiap hari menetas satu butir sampai menetas semua. Jarang dalam satu hari menetas 2 atau 3 butir sekaligus. Jadi diperkirakan pada hari yang kesembilanbelas itulah semua telur sudah menetas semua. Apabila sampai 19 hari ada 1 atau 2 butir telur burung kenari masih ada yang belum menetas biasanya masih diberi masa toleransi 1-2 hari untuk memastikan apakah telur tersebut bakal menetas (isi) atau tidak menetas (kosong). Nah, jika kita mencari kepastian telur isi atau kosong harus menunggu sekian lamanya kan buang-buang waktu. Padahal sedini mungkin kita bisa mengetahui telur burung kenari ISI dan ada harapan bakal menetas ataukah KOSONG dan 100% tidak bakal menetas.

Kita bisa mengetahui sejak dini telur burung kenari isi atau kosong mulai hari ke 6 - 7 setelah telur dierami (kalau tidak dierami tidak bisa dilihat).
 
Caranya adalah : Dengan menerawangkan telur tersebut dengan menggunakan lampu senter dengan arah sinar menuju ke wajah/muka kita. Dengan hati-hati telur burung kenari kita pegang dengan jari jempol dan telunjuk  tangan kiri, lalu kita sorot menggunakan lampu senter dari arah belakang.

  • Jika setelah disinari lampu senter telur burung kenari nampak KERUH, MERAH, ADA BENANG/SERAT MERAH, GELAP  maka dipastikan telur burung kenari tersebut isi dan bisa dilanjutkan dieramkan induk burung kenari karena ada harapan nanti menetas (meski tidak 100%).


  • Jika setelah disinari lampu senter telur burung kenari nampak KERUH, MERAH, ADA BENANG/SERAT MERAH, GELAP  maka dipastikan telur burung kenari tersebut isi dan bisa dilanjutkan dieramkan induk burung kenari karena ada harapan nanti menetas (meski tidak 100%).
Maka, telur tersebut tidak bisa menetas karena tidak ada embrionya / benih / bungker (orang jawa bilang,red).


Alat teropong telur (candler egg) sebenarnya dijual di beberapa toko burung terkemuka. Namun, Anda bisa juga membuat sendiri alat itu dengan menggunakan bahan sederhana dan tak terpakai di rumah, misalnya kaleng bekas susu, pot bunga, dan sebagainya.
Gambar di bawah ini menunjukkan bahan-bahan yang digunakan, sistem perangkaian, dan bagaimana cara menggunakan alat teropong tersebut :
telur
Diameter lubang pada bagian atas pot / kaleng susu, serta kardus / karton yang dilubangi harus disesuaikan dengan ukuran telur. Yang pasti harus lebih kecil dari ukuran telur, agar telur tidak jatuh saat diletakkan untuk diteropong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar